PERINGATAN HARI KELUARGA NASIONAL KE-27 TAHUN 2020 DI KABUPATEN MAPPI

Peringatan Hari Keluarga Nasional ke-27 Tahun 2020, sekaligus Pencanangan Kampung Keluarga Berkualitas (KB)

MAPPI-(29/06/2020) Bertempat di Balai Kampung Soba, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana melakukan kegiatan Hari Keluarga Nasional ke-27 Tahun 2020 yang bertema umum “Melalui Keluarga kita wujudkan Sumber Daya Manusia unggul menuju Indonesia Maju” sekaligus pencanangan Kampung Keluarga Berkualitas (KB) di 15 distrik yang ada di wilayah Kabupaten Mappi.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Wakil Bupati Mappi, Ketua DPRD Mappi, Kapolres Mappi, para Kepala OPD, Danramil Obaa, Ketua Tim Penggerak PKK serta masyarakat Kampung Soba. Kedatangan Wakil Bupati ditandai dengan tarian sambutan dan pemasangan atribut.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Verdinanda Genoveva, S. STP. menguraikan bahwa Kampung Keluarga Berkualitas dicanangkan pertama kalinya oleh Bapak Presiden Joko Widodo pada tanggal 14 Januari 2016 di Desa Mertasinga, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat, yang dikenal dengan istilah Kampung Keluarga Berencana. Seiring dengan perkembangan jaman, maka pada tahun 2020 berubah nama menjadi Kampung Keluarga Berkualitas. Dalam rangka mendukung keberhasilan program Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana), maka dibentuklah Kampung Keluarga Berkualitas.

Dalam rangka Harganas ke-27 dilakukan gerakan pelayanan kontrasepsi 1 juta akseptor terbaru secara serentak di seluruh Indonesia. Untuk Kabupaten Mappi mendapatkan target 75 akseptor terbaru dengan perincian 9 akseptor yang menggunakan kondom, 22 akseptor yang menggunakan suntik, dan 44  akseptor yang menggunakan pil. Sementara IUD dan MOW tidak mendapatkan target, namun ada peserta baru sebanyak 6 akseptor MOW dan 8 akseptor IUD.

Kepala Dinas P3AKB juga menjelaskan dari 15 distrik yang ada di Kabupaten Mappi, kami telah memiliki 10 balai penyuluhan Keluarga Berencana yang tersebar di 10 distrik, yaitu Distrik Obaa, Distrik Nambioman Bapai, Distrik Haju, Distrik Assue, Distrik Citak Mitak, Distrik Edera, Distrik Syachame, Distrik Yakomi, Distrik Bamgi, dan Distrik Passue. Balai penyuluhan ini dibangun pada tahun 2016, akan tetapi baru dapat digunakan dan difungsikan pada tahun 2018, dan didukung oleh 15 orang petugas lapangan Keluarga Berencana. Petugas lapangan KB ini berlatar belakang pendidikan umum, dari SMU dan Sarjana. Sebelum ditempatkan pada balai penyuluhan, mereka telah mendapat pembekalan dan mengikuti magang di Puskesmas Kepi dan Puskesmas Kota I selama 2 bulan. Mereka juga telah dilengkapi dengan fasilitas kendaraan darat dan kendaraan air.

“Di Kabupaten Mappi, perbandingan antara jumlah pasangan usia subur dan peserta KB masih sangat rendah pencapaiannya. Jumlah pasangan usia subur adalah 18.696 pasangan, peserta KB aktif berjumlah 6.991 peserta, sehingga baru mencapai 37,39%. Untuk itu kami mohon dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak, secara khusus Dinas Kesehatan dalam hal perluasan cakupan jangkauan program Keluarga Berkualitas,” ujar Kepala Dinas P3AKB.

Sementara itu, Wakil Bupati Mappi Jaya Ibnu Su’ud, S.T. dalam sambutannya mengatakan bahwa keluarga adalah organisasi paling kecil yang dapat menentukan masa depan bangsa. Peningkatan kualitas masyarakat dimulai dari keluarga, sehingga peran serta bapak ibu, khususnya yang telah berkeluarga, menjadi sangat penting untuk mengambil bagian yang sama dalam rangka meningkatkan kualitas kesejahteraan masyarakat.

 “Sebenarnya Keluarga Berencana itu tidak membatasi keluarga untuk memiliki anak, tetapi upaya untuk mengatur kelahiran anak, mengatur jarak dan usia ideal melahirkan, dan mengatur kehamilan. Program KB ini sangatlah penting untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas karena akan berdampak pada asupan gizi, kualitas pendidikan, serta kualitas berpikir anak-anak kita”, ujar Wakil Bupati Mappi.

Lebih lanjut, Wakil Bupati berharap bahwa tidak hanya sektor kesehatan saja yang terlibat, tapi juga dari sektor pendidikan, ekonomi, dan semua sektor yang ada di daerah ini untuk bersama-sama membantu dan menjamin agar kegiatan Keluarga Berkualitas ini bisa berhasil. Karena jika kita mengabaikan salah satu sektor saja, tentu kegiatan ini tidak akan berhasil.

Kami berharap peran dari seluruh warga masyarakat, bantuan dari teman-teman kepolisian dan TNI, dan yang mempunyai organisasi di tingkat kampung untuk melakukan sosialisasi dan edukasi. Sehingga pemahaman tentang Keluarga Berkualitas itu bisa berdampak pada keberhasilan pencanangan kampung Keluarga Berkualitas.

“Kami mohon kepada pendamping yang telah ditunjuk agar bisa mendampingi masyarakat di kampung untuk merencanakan dan melakukan dan hal-hal yang dapat mendukung program pencanangan kampung dan keluarga berkualitas agar kegiatan ini dapat berjalan sesuai dengan harapan kita semua”, ujar Wakil Bupati mengakhiri sambutannya.

GIAT OLAHRAGA IBU-IBU PKK, SRIKANDI POLRES DAN BHAYANGKARI ANAK RANTING KOMPI 2 BATALYON D PELOPOR MAPPI BERSAMA ZUMBA STRONG

Foto bersama Ketua dan Anggota PKK Kabupaten Mappi, Srikandi Polres Mappi dan Bhayangkari Anak Ranting Kompi 2 Mappi

MAPPI-Sabtu, 27 Juni 2020 bertempat di halaman Apel Mako Kompi 2 Batalyon D Pelopor Mappi pukul 16.00 WIT, telah dilaksanakan Giat Olahraga bersama Zumba Strong dalam rangka meningkatkan imunitas tubuh di tengah wabah pandemi Covid-19.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PKK Kabupaten Mappi Ibu Inocentia Kelanit, Srikandi Polres Mappi dan Bhayangkari Anak Ranting Kompi 2 Mappi.

“Saya selaku Komandan Kompi 2 Mappi dan Pembina Bhayangkari Anak Ranting Kompi 2 Mappi mengucapkan terima kasih kepada Ibu Ketua PKK Kabupaten Mappi beserta ibu-ibu yang telah hadir dalam kegiatan ini. Kiranya dengan hadirnya Ibu Ketua PKK Kabupaten Mappi dapat memberikan semangat dan sekaligus memberikan pencerahan kepada Bhayangkari kami”, ucap Danki 2 Mappi Iptu Afrah, S.I.Kom. saat membuka acara.

Lebih lanjut dijelaskan pada sore hari ini kita dapat berkumpul bersama  di halaman Mako Brimob Mappi guna melaksanakan Senam Sehat Zumba Strong guna menjaga kesehatan. Penyebaran Covid-19 dapat dicegah dengan beberapa cabang olah raga yang sangat praktis, mudah dan sehat seperti berlari, berjalan kaki dan senam. Ketiga jenis olah raga tersebut dapat dilakukan secara perorangan dan kelompok.

Sementara itu Ibu Ketua PKK Kabupaten Mappi saat memberikan sambutan mengatakan, saya mengapresiasi dengan diadakannya Senam Sehat Zumba strong yang akan kita laksanakan sore ini bersama Bhayangkari Anak Ranting Kompi 2 Mappi. Semoga ke depannya akan lebih baik guna mencegah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Mappi, agar Mappi terhindar dari Covid-19 dan Mappi tetap pada Zona Hijau yang panjang.

Kegiatan Senam Sehat Zumba Strong yang berlangsung dipandu oleh pelatih profesional Zumba Strong Kabupaten Mappi dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku.

PROGRAM KETAHANAN PANGAN ANGGOTA DAN BHAYANGKARI ANAK RANTING KOMPI 2 MAPPI

MAPPI – Selasa, 23 Juni 2020, Kompi 2 Yon D Pelopor Mappi melaksanakan giat ketahanan pangan dengan melakukan penanaman tanaman sayur-sayuran dengan memanfaatkan lahan pekarangan di belakang Mako Kompi 2 Yon D Pelopor Mappi.

Adapun tanaman sayuran yang ditanam diantaranya adalah sawi, kangkung, cabai, tomat, bayam, singkong, tanaman rempah-rempah seperti daun sereh, daun seledri, kunyit, daun pandan, dan lengkuas. Penanaman tersebut dilaksanakan sebagai wujud implementasi Ketahanan Pangan sesuai dengan perintah Dankorbrimob Polri untuk memanfaatkan lahan pekarangan yang ada di sekitar Mako Satuan Brimob di seluruh Indonesia.

Danki 2 Yon D Pelopor dalam sambutannya mengatakan bahwa Kompi 2 Yon D Pelopor dan Bhayangkari harus mengambil bagian mendukung program ketahanan pangan pemerintah dalam situasi Pandemi Covid-19 yang sangat dirasakan dampaknya terutama ekonomi.

Turut hadir dalam kegiatan penanaman tersebut adalah Wakil Bupati Mappi Jaya Ibnu Su’ud, S.T. sekaligus menyerahkan beberapa jenis bibit bantuan dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mappi yakni bibit sawi, kangkung, bayam, cabe, tomat.

Wakil Bupati Mappi Jaya Ibnu Su’ud, S.T. menyerahkan beberapa jenis bibit bantuan dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mappi yakni bibit sawi, kangkung, bayam, cabe, tomat.

Secara langsung, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota Kompi Brimob Mappi dan Bhayangkari yang telah memanfaatkan lahan pekarangan Mako untuk program ketahanan pangan, hal tersebut bisa menjadi contoh buat masyarakat. Selanjutnya Beliau melaksanakan giat penanaman secara simbolis yang diikuti dengan penanaman serentak oleh ibu ibu Bhayangkari Brimob Anak Ranting Kompi 2 Mappi. Giat penanaman berjalan aman dan lancar.

LAUNCHING PELAKSANAAN BANTUAN SOSIAL TUNAI (BST) PENANGANAN PANDEMI COVID-19

Wakil Bupati Mappi, Jaya Ibnu Su’ud, S.T. melaunching dan menyerahkan Bantuan Sosial Tunai (BST) kepada masyarakat  di tiga kampung

MAPPI- (18/06/2020) Wakil Bupati Mappi, Jaya Ibnu Su’ud, S.T. melaunching dan menyerahkan Bantuan Sosial Tunai (BST) kepada masyarakat  di tiga kampung . Kegiatan tersebut merupakan kerja sama Dinas Sosial Kabupaten Mappi dengan Kantor Pos Kepi dan dilaksanakan di Aula pertemuan kantor Distrik Obaa.

Dalam kegiatan penyerahan tersebut turut dihadiri Sekda Mappi, Kapolres Mappi, Danramil Obaa, Kepala Dinas Sosial, Kepala Kantor Kementerian Agama, Kepala Distrik Obaa, Kepala cabang Kantor Pos Kepi, Danpos Yalet, dan masyarakat Kampung Obaa, Emete,dan Soba.

”Pertama-tama saya ingin mengucapkan terima kasih kepada teman-teman dari kantor pos yang telah dipercayakan untuk menyalurkan bantuan dari pemerintah pusat kepada kita yang ada di daerah. Bantuan-bantuan ini adalah bentuk kehadiran negara untuk masyarakatnya di tengah wabah pandemi Covid-19. Jadi bantuan ini hanya untuk dalam masa pandemi. Di Kementerian Sosial ada beberapa bentuk bantuan baik yang sosial tunai, bantuan sembako, maupun program keluarga harapan”, tutur Wakil Bupati Mappi.

Lebih lanjut, Philipus Bumagi, S.Sos. selaku Kepala Dinas Sosial mengatakan, penanganan wabah pandemi Covid-19 jika dilhat dari kabupaten yang ada di Provinsi Papua dan Papua Barat, Kabupaten Mappi sendiri mendapat kuota berdasarkan Aplikasi SIKS-NG yang dikelola oleh Pusdatin Kemensos RI sebanyak 3.889 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan dimaksimalkan oleh tim kerja staf dinas kami menjadi sebanyak 5.571 KPM yang bersumber dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang merupakan Basis Data Terpadu (BDT) Dinas Sosial Kabupaten Mappi. Jumlah dana yang diterima per keluarga adalah Rp. 600.000,- yang dibayarkan untuk pembayaran tiga bulan yakni Bulan Maret, April, dan Mei, sehingga total yang diterima setiap KPM sebesar Rp. 1.800.000,-. “Pesan saya kiranya dana yang sedikit ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin dan dapat berguna untuk membantu mengurangi masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat dalam memenuhi kebutuhan ekonomi akibat dari dampak wabah virus Covid-19 ini”, ujarnya mengakhiri sambutan.

PELETAKAN BATU PERTAMA PEMBANGUNAN RUANG ISOLASI DI RSUD MAPPI

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Ruang Isolasi di Rumah Sakit Umum (RSUD) Mappi

MAPPI – Rabu 10 Juni 2020, Bupati Mappi Kristosimus Yohanes Agawemu melakukan peletakan batu pertama Pembangunan Ruang Isolasi di Rumah Sakit Umum (RSUD) Mappi. Peletakan batu pertama tersebut dihadiri Wakil Bupati Mappi, para Kepala SKPD dan Tokoh Agama.

Dalam sambutannya, Bupati Mappi Kristosimus Yohanes Agawemu mengatakan bahwa aktivitas yang kita laksanakan di tempat ini diharapkan bisa benar-benar memberikan ruang pelayanan yang baik untuk kepentingan kita dan masyarakat untuk waktu-waktu ke depan.

Di lingkungan ini tidak hanya sekedar dibangun areal gedung Covid-19, tapi juga akan ditambahkan beberapa gedung untuk pelayanan yang dibagi dalam dua areal yaitu, areal pelayanan lainnya dan areal pelayanan umum yang dikhususkan untuk jenis penyakit menular. Pembangunan ini dimaksudkan dalam rangka perbaikan sistem pelayanan Pemerintah Daerah Kabupaten Mappi ke depannya.

“Momen peletakan batu pertama pada hari ini adalah simbol dari keterbatasan kita sebagai manusia, simbol kelemahan kita, serta simbol ketidakberdayaan manusia di hadapan Tuhan”, ujar Bupati Mappi.

Lebih lanjut Bupati menjelaskan peletakan batu pertama hari ini sebagai simbol untuk manusia harus lebih rendah, harus lebih sederhana, harus lebih solidaritas, harus lebih merasa kecil dan tidak merasa berdaya karena seluruh keangkuhan dan seluruh kesombongan diruntuhkan oleh virus yang sangat kecil yang mengubah seluruh proses kehidupan manusia.

Peletakan batu pertama ini menjadi momentum yang sangat penting bagi kita di Mappi. Walaupun kita berada di kampung dan dusun yang sangat terbatas tetapi kita harus berpikir secara luar biasa untuk menyediakan hal-hal yang perlu dan penting dengan perhitungan-perhitungan teknis yang tepat.

“Kita semua harus mengambil peran dalam rangka pelaksanaan pelayanan bagi masyarakat. Mari lakukan seluruh kegiatan kita secara tulus, cepat, tepat dan mempertimbangkan hal-hal penting yang dibutuhkan untuk kepentingan pelaksanaan pelayanan masyarakat kita”, lanjut Bupati Mappi.

Untuk itu semua membutuhkan kerja tim, kerjasama yang baik, sumbangsih dari setiap orang yang dipercaya negara untuk mengambil bagian dalam berkarya di daerah ini dan harus disatukan untuk membawa masyarakat menuju harapan hidup yang lebih baik, tetapi harus tetap memperhatikan protokol kesehatan seperti mencuci tangan menggunakan sabun, memakai masker, dan menjaga jarak.

Setiap orang yang bekerja di tempat ini akan selalu diberkati, akan selalu mendapatkan rahmat dan akan tulus melayani setiap orang sehingga setiap sentuhan-sentuhan kecil akan memberikan harapan untuk selalu hidup lebih sehat.

“Semoga seluruh proses pembangunan di tempat ini bisa berjalan dengan baik dan lancar sehingga dapat digunakan untuk membantu dan melayani seluruh masyarakat di Kabupaten Mappi ini”, ujar Bupati mengakhiri sambutannya.

KUNJUNGAN KERJA BUPATI KE KAMPUNG NOHON DISTRIK PASSUE BAWAH

Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Mappi,

MAPPI – Bupati Mappi Kristosimus Yohanes Agawemu selaku Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Mappi, Rabu 03 Juni 2020 melakukan kunjungan kerja ke Kampung Nohon Cabang Tiga Distrik Pasue Bawah.

Dalam sambutannya, Bupati Mappi mengatakan agar seluruh Aparat TNI/Polri, Dinas Kesehatan serta Aparat Kampung agar aktif menyampaikan laporan keberadaan tamu dari luar atau warga yang baru pulang dari daerah lain di luar Kabupaten Mappi.

Hal tersebut agar, petugas dapat melakukan pemeriksaan kesehatan masyarakat yang baru tiba dari bepergian ke luar Kabupaten Mappi untuk mencegah penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

Bupati menegaskan kepada masyarakat yang baru tiba di seluruh wilayah Kabupaten Mappi menggunakan Speedboat, agar sandar di pelabuhan di seluruh wilayah Kabupaten Mappi. Karena bagi masyarakat yang baru tiba dari daerah lain, sesuai protokol kesehatan, harus dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh Tim Satgas Covid-19.

Kami mengimbau masyarakat untuk melaporkan diri terutama yang baru tiba dari manapun kepada Tim Satgas. Kami juga mengimbau warga baru tiba akan tetap dilakukan pemantauan hingga beberapa hari ke depan. “Mereka tetap dipantau dan mereka akan diperiksa kesehatan dalam tiga hari ke depan. Jika tidak ada keluhan, mereka disarankan tetap mengisolasi diri di rumah”, jelas Bupati.

“Selain mengantisipasi dengan melakukan pendeteksian diri melalui pemeriksaan kesehatan, Gugus Tugas Covid-19 di Kabupaten Mappi juga mengimbau masyarakat menunda kegiatan yang memungkinkan terjadinya kontak fisik secara massa atau hindari tempat kerumunan”, tegas Bupati mengakhiri sambutannya.

KONFERENSI VIDEO SOSIALISASI PENYUSUNAN PETA KETAHANAN DAN KERENTANAN PANGAN (FOOD SECURITY AND VULNERABILITY ATLAS – FSVA) TAHUN 2020

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Antonius Letsoin, S.P. selaku penanggung jawab di Kabupaten, Christian Manuhutu, S.P., Kepala Bidang  Ketersediaan dan Cadangan Pangan dan 1 orang staf operasional dalam penyusunan FSVA.

MAPPI – Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Papua, Rabu 10 Juni 2020 mengadakan kegiatan Sosialisasi Penyusunan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (Food Security and Vulnerability Atlas – FSVA) Tahun 2020 melalui Video Conference.

FSVA merupakan peta tematik yang menggambarkan visualisasi geografis dari hasil analisa data indikator kerentanan terhadap kerawanan pangan. Sosialisasi tersebut diikuti 7 Kabupaten/Kota yang tahun ini melakukan penyusunan peta kerawanan pangan, dari Kabupaten Mappi diikuti Kepala Dinas Ketahanan Pangan Antonius Letsoin, S.P. selaku penanggung jawab di Kabupaten, Christian Manuhutu, S.P., Kepala Bidang  Ketersediaan dan Cadangan Pangan dan 1 orang staf operasional dalam penyusunan FSVA.

Berkaitan dengan hal tersebut, FSVA menyediakan informasi bagi pengambil keputusan sebagai salah satu dasar dalam menyusun perencanaan program dan kebijakan ketahanan pangan dan gizi serta upaya-upaya pengentasan daerah rentan rawan pangan. Penyusunan FSVA Kabupaten/Kota merupakan upaya untuk mempertajam analisis FSVA Nasional dan Provinsi sehingga permasalahan dan tantangan yang menyebabkan terjadinya masalah pangan, kemiskinan dan stunting dapat dilakukan intervensi program/kegiatan secara lebih tepat sasaran, efektif, dan efisien.

Lebih lanjut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mappi, mengatakan kegiatan ini dilaksanakan agar kita dapat menyediakan informasi yang penting dan akurat secara komprehensif terkait kerawanan pangan di daerah kita masing-masing. Sebagai contoh kita di Kabupaten Mappi belum mempunyai data yang akurat tentang kondisi akses pangan di seluruh kampung di 15 distrik, dengan adanya penyusunan peta ini kita jadi tahu Distrik Edera misalnya apakah akses pangan mereka ada berkecukupan atau tidak, terlebih untuk kampung-kampung yang rentan kerawanan pangan di wilayah Distrik Edera, begitu juga di Distrik lainnya.

“Data ini sangat perlu bagi kita supaya dalam hal ini pimpinan daerah Bupati bisa mengambil kebijakan-kebijakan pembangunan tidak hanya di lingkup ketahanan pangan akan tetapi di sektor-sektor yang lain juga, contoh misalnya di sektor kesehatan karena dengan data tersebut kita bisa tahu mungkin anak-anak kita yang kekurangan gizi”, ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan di tahun ini kita dapat bantuan dari pusat untuk penyusunan peta ini, kemudian dari DAU kita juga mendukung untuk validasi data di tingkat distrik. Karena data yang kita pakai sekarang ini berasal dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Mappi, OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait dan Badan Ketahanan Pangan Pusat. Dari 3 sumber data ini kita harus verifikasi ke lapangan supaya kita dapatkan data yang akurat. Harapan saya kegiatan ini tidak hanya didukung oleh Dinas Ketahanan Pangan saja akan tetapi semua pihak juga bisa mendukung kegiatan ini seperti OPD-OPD terkait apabila kita membutuhkan data nanti. Begitu juga bagi para Kepala Distrik dan Kepala Kampung untuk mendukung kegiatan ini dengan memberikan data yang tepat dari daerah masing-masing terkait ketersediaan pangan.

PENGAMANAN LINGKUP ISOLASI MANDIRI KAB. MAPPI, PERSONIL BRIMOB KOMPI 2 DITERJUNKAN.

Personil Brimob Kompi 2 Batalyon D Pelopor Mappi

MAPPI – Senin, 8 Juni 2020 Personil Brimob Kompi 2 Batalyon D Pelopor Mappi melaksanakan pengamanan ruang lingkup isolasi mandiri Kabupaten Mappi.

Dalam kegiatan tersebut ini merupakan pengamanan ke masyarakat Mappi yang baru saja datang menggunakan KMP. Muyu dari Merauke pertama kalinya untuk diisolasi mandiri di lokasi titik Kabupaten Mappi dengan jumlah 50 orang yang terdiri dari 27 pria, 13 perempuan, 9 anak – anak dan 1 balita.

“Saya harapkan rekan – rekan untuk tetap menjaga situasi kondisi lingkungan sekitar, dan memberikan himbauan kepada masyarakat yang diisolasi agar tetap mentaati himbauan Pemerintah Kab. Mappi untuk tetap mengikuti isolasi mandiri ini dan tetap menjaga kondisi kesehatan kita tentunya”, ucap Iptu Afrah, S.I.Kom, selaku Danki 2 saat memberikan arahan di Posko Pengamanan Covid-19.

Giat ini didukung penuh oleh Bapak Bupati Mappi dengan didirikannya Posko Brimob di lokasi titik sebagai tempat isolasi mandiri dan akan diberikan Tes Pemeriksaan Kesehatan kepada seluruh  masyarakat yang diisolasi secara bertahap agar dapat memutus rantai penyebaran Covid-19 ini di Kabupaten Mappi.

PELEPASAN TIM PETUGAS PENJAGA PERBATASAN KABUPATEN MAPPI

Bupati Kristosimus Yohanes Agawemu selaku Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Mappi.

Mappi – Bertempat di halaman Pendopo Kabupaten Mappi, Selasa 26 Mei 2020, Bupati Kristosimus Yohanes Agawemu selaku Ketua Gugus Tugas Covid-19, melepas Tim Petugas Penjaga Perbatasan antar Kabupaten. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai langkah antisipasi penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Mappi.

Dalam sambutannya, Bupati Mappi Kristosimus Yohanes Agawemu saat memimpin Apel Pelepasan mengatakan pos penjagaan perbatasan akan dibagi dalam tiga tempat, karena Kabupaten Mappi yang wilayahnya sangat luas dan berbatasan dengan beberapa wilayah seperti Kabupaten Boven Digoel, Asmat dan Yahukimo.

Walaupun wilayah tersebut susah dan bisa dibilang jauh namun potensi penyebaran Virus tersebut akan lambat laun menyebar hingga ke Mappi, dengan dasar itulah Tim Gugus Tugas Kabupaten Mappi akan melakukan penyekatan terhadap tapal batas wilayah tersebut ujarnya. Lebih lanjut Bupati menjelaskan untuk wilayah yang harus betul-betul dilakukan penyekatan yaitu Distrik Citak Mitak, Distrik Kaibar, Distrik Tizain dan tapal batas ketiga kabupaten yang berbatasan dengan Mappi, sehingga dibutuhkan kerjasama tim yang cukup solid, tangguh dan berdedikasi tinggi untuk melakukan tugas yang sangat berat ini

PANEN PADI BERSAMA PETANI LOKAL DI KAMPUNG GHANU

Ir. Vinsentius Jamlean Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mappi Ikut Serta Panen Bersama di Kampung Ghanu, Distrik Nambioman Bapai

MAPPI – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mappi Ir. Vinsentius Jamlean bersama petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Hefa Star Kampung Ghanu, Distrik Nambioman Bapai, Kabupaten Mappi melakukan panen padi pada lahan seluas 6 Ha, Selasa (12/05/2020).

Ir. Vinsentius Jamlean mengatakan bahwa benih padi yang digunakan di Kampung Ghanu merupakan benih Varietas Mekongga yang diperoleh dari Balai Benih Induk Padi di Kurik, Merauke. Benih padi yang diperoleh sebanyak 10 ton, yang digunakan untuk kebutuhan petani-petani yang ada di Mappi pada musim tanam yang dimulai dari akhir tahun 2019 sampai awal tahun 2020.

“Perkiraan produksi hasil panen tahun ini setelah melihat kondisi penanaman padi dan pengalaman petani pada tahun-tahun sebelumnya yaitu sekitar 3,5 ton/Ha gabah kering giling atau sekitar 2.250 kg/Ha beras”, ujar Kepala Dinas Pertanian.

Para petani merupakan Orang Asli Papua (OAP) yang terdiri dari 15 Kepala Keluarga. Para petani lokal tersebut didampingi oleh 2 penyuluh dari Dinas Pertanian Kabupaten Mappi. Selain itu, ada juga penduduk setempat yang menjadi pembimbing dan penyuluh sekaligus sebagai ketua kelompok untuk mendampingi petani lokal di Kampung Ghanu.

Kondisi tanah pada Kampung Ghanu sangat baik karena hasil panen padi yang sudah dilakukan tidak melalui proses pemupukan. Masyarakat Kampung Ghanu berharap kepada pemerintah untuk dapat membantu memperluas lahan pertanian mereka. Untuk lahan pertanian ke depannya akan dibicarakan lagi, baik di tingkat kabupaten maupun Kementerian Pertanian.