KONFERENSI VIDEO SOSIALISASI PENYUSUNAN PETA KETAHANAN DAN KERENTANAN PANGAN (FOOD SECURITY AND VULNERABILITY ATLAS – FSVA) TAHUN 2020

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Antonius Letsoin, S.P. selaku penanggung jawab di Kabupaten, Christian Manuhutu, S.P., Kepala Bidang  Ketersediaan dan Cadangan Pangan dan 1 orang staf operasional dalam penyusunan FSVA.

MAPPI – Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Papua, Rabu 10 Juni 2020 mengadakan kegiatan Sosialisasi Penyusunan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (Food Security and Vulnerability Atlas – FSVA) Tahun 2020 melalui Video Conference.

FSVA merupakan peta tematik yang menggambarkan visualisasi geografis dari hasil analisa data indikator kerentanan terhadap kerawanan pangan. Sosialisasi tersebut diikuti 7 Kabupaten/Kota yang tahun ini melakukan penyusunan peta kerawanan pangan, dari Kabupaten Mappi diikuti Kepala Dinas Ketahanan Pangan Antonius Letsoin, S.P. selaku penanggung jawab di Kabupaten, Christian Manuhutu, S.P., Kepala Bidang  Ketersediaan dan Cadangan Pangan dan 1 orang staf operasional dalam penyusunan FSVA.

Berkaitan dengan hal tersebut, FSVA menyediakan informasi bagi pengambil keputusan sebagai salah satu dasar dalam menyusun perencanaan program dan kebijakan ketahanan pangan dan gizi serta upaya-upaya pengentasan daerah rentan rawan pangan. Penyusunan FSVA Kabupaten/Kota merupakan upaya untuk mempertajam analisis FSVA Nasional dan Provinsi sehingga permasalahan dan tantangan yang menyebabkan terjadinya masalah pangan, kemiskinan dan stunting dapat dilakukan intervensi program/kegiatan secara lebih tepat sasaran, efektif, dan efisien.

Lebih lanjut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mappi, mengatakan kegiatan ini dilaksanakan agar kita dapat menyediakan informasi yang penting dan akurat secara komprehensif terkait kerawanan pangan di daerah kita masing-masing. Sebagai contoh kita di Kabupaten Mappi belum mempunyai data yang akurat tentang kondisi akses pangan di seluruh kampung di 15 distrik, dengan adanya penyusunan peta ini kita jadi tahu Distrik Edera misalnya apakah akses pangan mereka ada berkecukupan atau tidak, terlebih untuk kampung-kampung yang rentan kerawanan pangan di wilayah Distrik Edera, begitu juga di Distrik lainnya.

“Data ini sangat perlu bagi kita supaya dalam hal ini pimpinan daerah Bupati bisa mengambil kebijakan-kebijakan pembangunan tidak hanya di lingkup ketahanan pangan akan tetapi di sektor-sektor yang lain juga, contoh misalnya di sektor kesehatan karena dengan data tersebut kita bisa tahu mungkin anak-anak kita yang kekurangan gizi”, ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan di tahun ini kita dapat bantuan dari pusat untuk penyusunan peta ini, kemudian dari DAU kita juga mendukung untuk validasi data di tingkat distrik. Karena data yang kita pakai sekarang ini berasal dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Mappi, OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait dan Badan Ketahanan Pangan Pusat. Dari 3 sumber data ini kita harus verifikasi ke lapangan supaya kita dapatkan data yang akurat. Harapan saya kegiatan ini tidak hanya didukung oleh Dinas Ketahanan Pangan saja akan tetapi semua pihak juga bisa mendukung kegiatan ini seperti OPD-OPD terkait apabila kita membutuhkan data nanti. Begitu juga bagi para Kepala Distrik dan Kepala Kampung untuk mendukung kegiatan ini dengan memberikan data yang tepat dari daerah masing-masing terkait ketersediaan pangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *