PERINGATAN HARI KELUARGA NASIONAL KE-27 TAHUN 2020 DI KABUPATEN MAPPI

Peringatan Hari Keluarga Nasional ke-27 Tahun 2020, sekaligus Pencanangan Kampung Keluarga Berkualitas (KB)

MAPPI-(29/06/2020) Bertempat di Balai Kampung Soba, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana melakukan kegiatan Hari Keluarga Nasional ke-27 Tahun 2020 yang bertema umum “Melalui Keluarga kita wujudkan Sumber Daya Manusia unggul menuju Indonesia Maju” sekaligus pencanangan Kampung Keluarga Berkualitas (KB) di 15 distrik yang ada di wilayah Kabupaten Mappi.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Wakil Bupati Mappi, Ketua DPRD Mappi, Kapolres Mappi, para Kepala OPD, Danramil Obaa, Ketua Tim Penggerak PKK serta masyarakat Kampung Soba. Kedatangan Wakil Bupati ditandai dengan tarian sambutan dan pemasangan atribut.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Verdinanda Genoveva, S. STP. menguraikan bahwa Kampung Keluarga Berkualitas dicanangkan pertama kalinya oleh Bapak Presiden Joko Widodo pada tanggal 14 Januari 2016 di Desa Mertasinga, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat, yang dikenal dengan istilah Kampung Keluarga Berencana. Seiring dengan perkembangan jaman, maka pada tahun 2020 berubah nama menjadi Kampung Keluarga Berkualitas. Dalam rangka mendukung keberhasilan program Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana), maka dibentuklah Kampung Keluarga Berkualitas.

Dalam rangka Harganas ke-27 dilakukan gerakan pelayanan kontrasepsi 1 juta akseptor terbaru secara serentak di seluruh Indonesia. Untuk Kabupaten Mappi mendapatkan target 75 akseptor terbaru dengan perincian 9 akseptor yang menggunakan kondom, 22 akseptor yang menggunakan suntik, dan 44  akseptor yang menggunakan pil. Sementara IUD dan MOW tidak mendapatkan target, namun ada peserta baru sebanyak 6 akseptor MOW dan 8 akseptor IUD.

Kepala Dinas P3AKB juga menjelaskan dari 15 distrik yang ada di Kabupaten Mappi, kami telah memiliki 10 balai penyuluhan Keluarga Berencana yang tersebar di 10 distrik, yaitu Distrik Obaa, Distrik Nambioman Bapai, Distrik Haju, Distrik Assue, Distrik Citak Mitak, Distrik Edera, Distrik Syachame, Distrik Yakomi, Distrik Bamgi, dan Distrik Passue. Balai penyuluhan ini dibangun pada tahun 2016, akan tetapi baru dapat digunakan dan difungsikan pada tahun 2018, dan didukung oleh 15 orang petugas lapangan Keluarga Berencana. Petugas lapangan KB ini berlatar belakang pendidikan umum, dari SMU dan Sarjana. Sebelum ditempatkan pada balai penyuluhan, mereka telah mendapat pembekalan dan mengikuti magang di Puskesmas Kepi dan Puskesmas Kota I selama 2 bulan. Mereka juga telah dilengkapi dengan fasilitas kendaraan darat dan kendaraan air.

“Di Kabupaten Mappi, perbandingan antara jumlah pasangan usia subur dan peserta KB masih sangat rendah pencapaiannya. Jumlah pasangan usia subur adalah 18.696 pasangan, peserta KB aktif berjumlah 6.991 peserta, sehingga baru mencapai 37,39%. Untuk itu kami mohon dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak, secara khusus Dinas Kesehatan dalam hal perluasan cakupan jangkauan program Keluarga Berkualitas,” ujar Kepala Dinas P3AKB.

Sementara itu, Wakil Bupati Mappi Jaya Ibnu Su’ud, S.T. dalam sambutannya mengatakan bahwa keluarga adalah organisasi paling kecil yang dapat menentukan masa depan bangsa. Peningkatan kualitas masyarakat dimulai dari keluarga, sehingga peran serta bapak ibu, khususnya yang telah berkeluarga, menjadi sangat penting untuk mengambil bagian yang sama dalam rangka meningkatkan kualitas kesejahteraan masyarakat.

 “Sebenarnya Keluarga Berencana itu tidak membatasi keluarga untuk memiliki anak, tetapi upaya untuk mengatur kelahiran anak, mengatur jarak dan usia ideal melahirkan, dan mengatur kehamilan. Program KB ini sangatlah penting untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas karena akan berdampak pada asupan gizi, kualitas pendidikan, serta kualitas berpikir anak-anak kita”, ujar Wakil Bupati Mappi.

Lebih lanjut, Wakil Bupati berharap bahwa tidak hanya sektor kesehatan saja yang terlibat, tapi juga dari sektor pendidikan, ekonomi, dan semua sektor yang ada di daerah ini untuk bersama-sama membantu dan menjamin agar kegiatan Keluarga Berkualitas ini bisa berhasil. Karena jika kita mengabaikan salah satu sektor saja, tentu kegiatan ini tidak akan berhasil.

Kami berharap peran dari seluruh warga masyarakat, bantuan dari teman-teman kepolisian dan TNI, dan yang mempunyai organisasi di tingkat kampung untuk melakukan sosialisasi dan edukasi. Sehingga pemahaman tentang Keluarga Berkualitas itu bisa berdampak pada keberhasilan pencanangan kampung Keluarga Berkualitas.

“Kami mohon kepada pendamping yang telah ditunjuk agar bisa mendampingi masyarakat di kampung untuk merencanakan dan melakukan dan hal-hal yang dapat mendukung program pencanangan kampung dan keluarga berkualitas agar kegiatan ini dapat berjalan sesuai dengan harapan kita semua”, ujar Wakil Bupati mengakhiri sambutannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *