Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mappi Dra. Maria Goreti Letsoin, M.Pd.

MAPPI-(09/08/2020) Dalam rangka menyambut kegiatan Hari Masyarakat Adat Sedunia, Bentara Papua menggelar Papua Green Sound and Culture (PGSC) ke-2 dengan tema “Musik Dari Rumah Untuk Alam Dan Budaya Papua”. PGSC adalah salah satu gagasan Bentara Papua yang berfokus kepada anak muda. Kegiatan ini lebih ditekankan bagi anak muda untuk lebih meningkatkan kreativitas. Kegiatan ini dilakukan dua tahun sekali yang diikuti oleh berbagai daerah dari Papua dan Papua Barat dengan tujuan menyuarakan perlindungan alam Papua. (Sumber: bentarapapua.org)

Terkait keikutsertaan VG. SD YPPK Santa Dominika Kogo Mappi, Dra. Maria Goreti Letsoin, M.Pd. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mappi mengatakan, ”Saya sangat memberi apresiasi kepada para Guru Penggerak Daerah Terpencil (GPDT) khususnya di Kampung Kogo dan saya pikir ini adalah bagian dari tanggung jawab dimana anak-anak itu tidak hanya dibina secara akademis dan intelektual tetapi juga ada kegiatan pengembangan diri dan ini juga bagian dari pembentukan karakter tapi juga pelestarian dan budaya pengembangan anak-anak punya potensi dan talenta.“

“Jadi saya pikir pendidikan itu mempersiapkan anak untuk hidup hidupnya kelak, mereka bisa mengolah secara akademik tetapi juga bisa menjadikan kelebihannya sebagai modal hidupnya ke depan. Anak-anak kita di Mappi pada khususnya Orang Asli Papua (OAP), mereka ini adalah anak-anak yang masih begitu alami dan polos, mereka berkembang dengan kekayaan alamnya dan kita bisa dengar sendiri mereka memiliki suara yang sangat khas dan alami. Dan saya pikir mereka perlu didampingi dan dibina. Bapak dan ibu guru GPDT selain kita hadirkan ada di sekolah-sekolah, salah satu tugas mereka adalah bagaimana mereka mengawal anak-anak ini dalam rangka pembinaan ekstrakurikuler. Dan pembinaan atau aktifitas ini sangat positif sekaligus membentuk potensi anak-anak di Kabupaten Mappi.”

Beliau memberikan apresiasi dengan digelarnya kegiatan Papua Green Sound and Culture, dalam rangka Hari Masyarakat Adat Sedunia, dan walaupun digelar saat pandemi Covid-19 tetapi kreatifitas tetap dibangun sehingga hal positif ini sangat membantu sekali anak-anak untuk bisa tetap mengekspresikan diri mereka. Ini menjadi rangsangan stimulan untuk teman-teman guru yang lain, dan tampilan ini juga menunjukkan bahwa anak-anak Mappi memiliki bakat atau potensi diri yang harus kita gali bersama. “Terima kasih untuk bapak ibu guru yang sudah hadir di kampung-kampung bukan hanya mengajar, tetapi juga melatih anak-anak supaya mereka bisa mengembangkan talenta”, ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mappi.

Pada kesempatan itu pula, Ama Nuba Lamablawa selaku Pencipta lagu “Putra-Putri Papua” mengatakan, “Awalnya kami melihat brosur di media sosial dan akhirnya saya dan teman-teman sepakat untuk ikut kegiatan ini.  Pihak penyelenggara dari Kota Manokwari. Awal saya bentuk vokal grup ini bukan untuk mau menunjukan siapa yang terbaik tetapi saya hanya punya tujuan ingin membentuk mental anak-anak supaya pada saat tampil di depan umum dan orang banyak tidak grogi dan tidak takut lagi. Dan puji syukur kepada Tuhan saya sangat senang sekali anak-anak kami bisa menjuarai kegiatan ini. Dan saya mau menyampaikan kepada semua pihak bahwa talenta anak-anak di pedalaman sangat luar biasa. Jadi harapan saya, kita harus lebih kreatif dalam membimbing dan menggali potensi anak-anak di pedalaman”, ujarnya menutup wawancara dengan jurnalis portal.mappikab.go.id.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *