PIMPIN APEL BULANAN KORPRI, BUPATI MAPPI: MOMEN 17 AGUSTUS MILIK SEMUA ORANG

Bupati Mappi Kristosimus Yohanes Agawemu memimpin Apel Bulanan Korpri

MAPPI – Senin 03 Agustus 2020, Bupati Mappi Kristosimus Yohanes Agawemu memimpin Apel Bulanan Korpri yang dilaksanakan di Halaman Qhaindau Uri Jl. Bawape Kepi. Apel tersebut dihadiri Wakil Bupati Mappi, Sekretaris Daerah, dan diikuti para Kepala OPD, segenap pejabat Eselon III dan IV, staf Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai Kontrak Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mappi.

Saat memberikan amanat, Bupati menjelaskan bahwa kegiatan upacara 17 Agustus akan dilaksanakan dengan jumlah peserta upacara yang terbatas. Oleh karena itu, perlu dukungan dari Aparatur Sipil Negara untuk mensosialisasikan serta memberi arahan kepada masyarakat untuk menghentikan seluruh aktivitas pada momen detik-detik proklamasi tanggal 17 Agustus nanti.

“Kita perlu mengambil bagian untuk menyampaikan kepada seluruh masyarakat bahwa momen 17 Agustus tidak hanya milik Aparatur Sipil Negara, TNI dan Polri tetapi milik semua orang. Selain itu, Kementerian Lembaga baru saja memberikan dukungan kepada kami di daerah. Untuk itu semangat dan niat dari setiap aparatur sangat diperlukan, karena kita harus bisa menyatukan kekuatan dan kemampuan yang dimiliki sehingga pelaksanaan pembangunan di daerah ini dari waktu ke waktu menjadi lebih baik. Jadi, sumbangsih pikiran dan kreativitas dalam merumuskan program kegiatan harus lebih  diefisiensikan sehingga bisa tepat sasaran dan bermanfaat kepada masyarakat dalam skala besar”, ungkap Bupati.

Pada kesempatan itu pula, Bupati Mappi menyampaikan tentang pengumuman penerimaan pegawai dan situasi yang terjadi beberapa hari yang lalu. Saat ini aktivitas dan pelayanan teman-teman di Sekretariat Daerah dan Kepegawaian terganggu, sehingga untuk koordinasi dan komunikasi terkait proses kerja akan disampaikan lebih lanjut. Berkaitan dengan situasi tersebut, maka seluruh pegawai dan semua staf ASN maupun Pegawai Kontrak Daerah tidak perlu terjebak dengan dinamika itu. Kita semua harus tetap mengambil bagian untuk melaksanakan tugas dan fungsi sebagaimana mestinya di setiap Dinas Badan dan Kantor sesuai dengan penjadwalan masuk kantor dan protokol kesehatan sehingga segala urusan dalam bentuk-bentuk pelayanan dapat dijalankan.

Bupati menegaskan, “Saya akan memberikan pemahaman kepada seluruh pegawai untuk dilanjutkan ke sanak saudara dan keluarga yang lain termasuk informasi di berbagai media yang tidak benar Berdasarkan hasil formasi, saya akan jelaskan tentang posisi formasi kita dan nanti untuk bisa diluruskan bahwa formasi yang kita lakukan sesungguhnya seperti apa. Jumlah formasi kita kurang lebih 403 itu yang pemerintah pusat berikan kepada kami dari permintaan awal 700. Dari pendaftar tes CPNS sebanyak 4.000 lebih tapi setelah seleksi pemberkasan yang lolos administrasi sebanyak 2.674 peserta. Lalu jumlah formasi yang lulus sekitar 394 formasi, dari 403 formasi ada 9 formasi yang oleh anak- anak kita tidak ambil, kenapa formasi itu tidak diambil itu kembali ke peserta, sehingga yang lulus untuk formasi Papua kurang lebih 271 peserta, lalu untuk pelamar umum atau saudara-saudara  non OAP yang lulus sebanyak 82 peserta. Lalu formasi yang harus kita perlu perjelas di sini adalah formasi yang non OAP itu kurang lebih 48 formasi yang diambil itu di formasi guru karena anak-anak kami belum ada yang punya ijazah guru IPA, guru Matematika, guru Fisika, guru PKN lalu di bidan terampil, perawat terampil dan penyuluh kesehatan masyarakat itu anak-anak kami golongan ijazahnya tidak ada, karena kita butuh dari sisi pelayanan maka tetap diberi ruang untuk saudara-saudara kita yang lain. Sedangkan untuk formasi Papua awalnya SMA/SMK itu kita dapatkan 45 formasi tapi setelah saya minta untuk diberi ruang untuk OAP maka diberi ruang menjadi 98, berarti ada sekitar 53 formasi lagi yang diberikan kepada kami untuk yang SMA. Jadi jika kita akumulasi presentase itu, karena formasi 9 itu tidak diambil maka formasi kita adalah 70 persen untuk OAP dan 30 persen untuk saudara saudara yang lain”, pungkas Beliau.

“Itu informasi resmi pemerintah dan mohon diluruskan kepada semua orang supaya bisa dipahami dan diletakan permasalahan dengan baik dan benar”, tegas Bupati mengakhiri sambutannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *