Praktek lapangan penggunaan mesin Rice Milling Unit (RMU)

MAPPI-(23/10/2020) Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mappi melakukan sosialisasi dan praktek lapangan menggunakan mesin Rice Milling Unit (RMU) serta kiat-kiat perawatannya. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Gedung Penggilingan Padi Kampung Obaa dan merupakan kelanjutan pelatihan yang dimulai kemarin. (22/10/2020). Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan terlatihnya 30 orang Teknisi Alat Pertanian (Tenaga Operator) dan Manajemen RMU, jumlah mesin penggilingan padi kecil dan RMU yang dapat dikelola secara baik, serta meningkatkan kualitas dan produktivitas beras, sehingga hasil yang diharapkan tersedianya 30 orang Teknisi Alat Pertanian (Tenaga Operator) dalam rangka Penanganan Pasca Panen Padi di 5 distrik, kurangnya tingkat kemacetan dalam proses penggilingan padi dan kurangnya tingkat patahan beras yaitu 15-20%.

RMU merupakan jenis mesin penggilingan padi generasi baru yang kompak dan mudah dioperasikan, dimana proses pengolahan gabah menjadi beras dapat dilakukan dalam satu kali proses (one pass process). RMU rata-rata mempunyai kapasitas giling kecil yaitu antara 0.2 hingga 1.0 ton/jam, walau mungkin sudah ada yang lebih besar lagi. Mesin ini bila dilihat fisiknya menyerupai mesin tunggal dengan fungsi banyak, namun sesungguhnya memang terdiri dari beberapa mesin yang disatukan dalam rancangan yang kompak dan bekerja secara harmoni dengan tenaga penggerak tunggal. Di dalam RMU sesungguhnya terdapat bagian mesin yang berfungsi memecah sekam atau mengupas gabah, bagian mesin yang berfungsi memisahkan BPK dan gabah dari sekam lalu membuang sekamnya, bagian mesin yang berfungsi mengeluarkan gabah yang belum terkupas untuk dikembalikan ke pengumpan, bagian mesin yang berfungsi menyosoh dan mengumpulkan dedak, dan bagian mesin yang berfungsi melakukan pemutuan berdasarkan jenis fisik beras (beras utuh, beras kepala, beras patah, dan beras menir). Kesemua fungsi tersebut dikemas dalam satu mesin yang kompak dan padat, sehingga praktis dan mudah digunakan. (Sumber: http://web. ipb.ac.id/usmanahmad/Penangananpadi.htm)

Dalam kegiatan tersebut dihadiri lebih dari 30 peserta yang berasal dari Distrik Edera, Haju, Bamgi, Yakomi, dan Nambioman Bapai. Jeffry F. Pelamonia, SP., MSc. Agr. mengatakan bahwa praktek tata cara penggunaan mesin RMU dan komponen-komponen yang ada pada mesin RMU yang akan dilaksanakan hari ini dimulai dari pengelola padi, mekanik, dan operator mesin. Selain itu, kami juga akan memberikan tips jika terjadi masalah pada mesin serta bagaimana kita bisa bekerja dengan standar kesehatan yang baik dan benar.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mappi Hendrikus Kartika Tjahjoputra, S.Pt. mengatakan bahwa pelatihan menggunakan mesin RMU ini sangatlah penting. Karena bukan hanya dilatih cara menggunakan mesin tetapi dilatih juga bagaimana cara perawatan pada mesin penggilingan padi yang baik dan benar, sehingga mesin RMU ini bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama. Lebih lanjut dikatakan bahwa mereka juga dilatih untuk bagaimana memanajemen sehingga mesin RMU itu yang secara aturan daerah diserahterimakan kepada kelompok dan petani lokal yang ada di Kabupaten Mappi  yang dimana mesin RMU tersebut bukan lagi menjadi aset-aset Pemda lagi  tetapi diserahkan kepada kelompok sehingga petani lokal yang memberdayakan mesin tersebut. Ditambahkan oleh Kepala Bidang Ketersediaan dan Cadangan Pangan Christian Manuhutu, S.P., bahwa dengan diselenggarakan pelatihan ini terlihat adanya antusias peserta yang mengikuti kegiatan. Tindak lanjut dari pelatihan ini, perlu adanya pendampingan dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari instansi terkait sehingga pengetahuan dan keterampilan peserta dapat berdayaguna dalam mengoperasionalkan mesin RMU.

Sebelum menutup sambutannya, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan berharap kepada semua peserta yang mengikuti kegiatan ini agar ilmu yang diperoleh saat pelatihan bisa dibagikan dan diaplikasikan langsung kepada para petani yang ada di distrik dan kampungnya masing-masing agar petani di Kabupaten Mappi bisa berkembang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *