Pembukaan Pelatihan Teknisi Alat Pertanian (Operator) dan Manajemen RMU (Rice Milling Unit)

MAPPI-(22/10/2020) Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mappi pada Bidang Ketersediaan dan Cadangan Pangan menggelar acara Pembukaan Pelatihan Teknisi Alat Pertanian (Operator) dan Manajemen RMU (Rice Milling Unit) di Balai Distrik Obaa. Acara ini dihadiri Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mappi, Kepala Distrik Obaa, Instruktur pelatihan, dan peserta pelatihan. Pelatihan akan dilakukan di dua tempat yaitu pembukaan dan penyampaian materi pelatihan yang dilaksanakan di Balai Distrik Obaa dan praktek lapangan yang dilaksanakan di Gedung Penggilingan Padi Kampung Obaa yang berlangsung selama 2 hari, terhitung dari tanggal 22-23 Oktober 2020.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mappi Antonius Letsoin, S.P. dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta sebagai tenaga operator yang handal dalam mengoperasionalkan mesin penggilingan padi serta menambah pengetahuan tentang manajemen pengelolaan RMU yang baik dalam mendukung kemandirian pangan petani.

Pelatihan Teknisi Alat Pertanian ini akan dipandu oleh instruktur yang berasal dari Pegawai Negeri Sipil Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Merauke sebanyak 2 orang yaitu Silas Yance Wambrauw (Teknisi Alat Mesin Pertanian) dan Jeffry F. Pelamonia, S.P.,MSc. Agr. serta dibantu oleh Tim Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mappi.

Peserta pelatihan berjumlah 30 orang yang berasal dari 5 distrik, yaitu Distrik Nambioman Bapai sebanyak 9 orang, Distrik Edera sebanyak 9 orang, Distrik Bamgi sebanyak 3 orang, Distrik Haju sebanyak 3 orang, dan Distrik Yakomi sebanyak 6 orang.

“Peserta yang kami datangkan untuk mengikuti pelatihan ini adalah mereka yang memang sudah terbiasa dalam mengoperasionalkan mesin”, ujar Kadis Ketahanan Pangan.

Dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini, wajib bagi kita untuk mempersiapkan cadangan pangan di keluarga, kampung, dan distrik, salah satunya yaitu dengan kegiatan persawahan. Dengan adanya kegiatan-kegiatan ini sudah pasti ekonomi keluarga akan meningkat.

Diakhir sambutannya, Antonius Letsoin, S.P. berharap kepada peserta pelatihan untuk memberikan masukan dan bertanya kepada narasumber atau instruktur tentang kendala maupun masalah yang terjadi pada mesin sehingga bisa mendapat solusi dari permasalahan tersebut. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *