PENGAMBILAN SUMPAH/JANJI DAN PELANTIKAN JABATAN FUNGSIONAL

Foto Bupati Mappi bersama Pejabat Fungsional yang baru dilantik

Mappi-(27/07/2020) Bupati Mappi Kristosimus Yohanes Agawemu melantik lima orang Pejabat Fungsional di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Mappi, yang terdiri dari 1 Pengawas Pemerintahan Madya, 1 Pengawas Pemerintahan Muda, dan 3 Pengawas Pemerintahan Pertama di Operational Room Kantor Bupati.

Hadir pada acara Pengambilan Sumpah/Janji dan Pelantikan Jabatan Fungsional tersebut Wakil Bupati Mappi, Sekda Mappi, para Kepala OPD di lingkup Pemda Mappi, Ketua Tim Penggerak PKK, dan Tokoh Agama.

Bupati Mappi Kristosimus Yohanes Agawemu dalam sambutannya memberikan ucapan selamat kepada para pejabat yang dilantik, dan berpesan semoga dapat melaksanakan amanah tersebut dengan baik serta melaksanakan tugas dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab.

“Setiap orang yang mengambil sumpah dan janji dalam tanggungjawab jabatan harus dapat menjaga nilai dan etika jabatan”, ujar Bupati Mappi.

Jabatan yang dipercayakan harus digunakan untuk pelayanan murni secara tulus dan tidak menimbulkan perbedaan dalam suatu organisasi. Yang dibutuhkan adalah kemampuan dari setiap personel di dalam jabatan struktural dan organisasi. Seluruh potensi, kemampuan, kecerdasan, kelebihan, dan pengalaman yang dimiliki agar dapat disatukan untuk kemajuan organisasi dalam rangka membawa masyarakat menuju kesejahteraan.

“Dengan adanya penempatan jabatan ini, maka ruang-ruang tanggungjawab jabatan tidak disalahgunakan untuk hal-hal yang tidak penting”, tegas Bupati Mappi.

Diakhir sambutannya, Kristosimus Yohanes Agawemu berharap semoga kekompakan tim di Inspektorat akan semakin membantu kita dalam rangka fungsi dan pengawasan internal sehingga kinerja Pemerintah Daerah Kabupaten Mappi semakin lebih baik ke depannya.

CEGAH TERJADINYA KRISIS PANGAN AKIBAT PANDEMI COVID-19 DENGAN PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN

Bupati Mappi menyerahkan secara simbolis alat pertanian kecil kepada kepala distrik dan kepala kampung se-Kabupaten Mappi

Mappi-(22/07/2020). Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mappi melakukan penyerahan secara simbolis alat pertanian kecil kepada kepala distrik dan kepala kampung yang dilakukan langsung oleh Bupati Mappi di Gedung Qhaindau Uri.

Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Mappi, Ketua DPRD, Sekda Mappi, Kapolres Mappi, Komandan BKO Kodim Mappi, para Kepala OPD, Danramil Obaa, Danki Brimob, Danpos Yalet, Ketua Tim Penggerak PKK, serta  para Tokoh Agama, Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat.

Dalam penyerahan alat pertanian kecil tersebut, Bupati Mappi dalam arahannya berharap agar dengan adanya bantuan peralatan dan bibit lokal ini masyarakat diharapkan dapat menyiapkan cadangan bahan pangan di keluarganya dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah masing-masing. Permasalahan global ke depan pasca Pandemi Covid-19 adalah pemulihan ekonomi yang terpuruk akibat penyebaran virus ini, termasuk ketahanan pangan keluarga.

Lebih lanjut dikatakan bahwa dengan adanya Pandemi Covid-19 di dunia saat ini secara khusus di Indonesia, bukan tidak mungkin ke depan bisa terjadi krisis pangan karena produksi menurun pada daerah-daerah penghasil bahan pangan secara khusus beras, untuk itu saat ini kita harus mulai mempersiapkan bahan pangan cadangan pengganti beras bilamana krisis itu terjadi, umbi-umbian dan sayuran akan sangat berguna untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat kita yang tentunya dapat meningkatkan imunitas tubuh kita.

Disamping itu juga Bupati berharap agar kita semua yang hadir di sini wajib memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber cadangan pangan keluarga dan juga kita mulai melakukan gerakan makan sagu sebagai bahan pangan pokok orang Papua yang kaya akan karbohidrat sehingga kita tidak terlalu bergantung kepada beras. 

Disaat bersamaan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Mappi, Antonius Letsoin, S.P. menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah salah satu dari beberapa kegiatan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Mappi yang dilaksanakan oleh Dinas Ketahanan Pangan yakni kegiatan pemanfaatan lahan pekarangan sebagai cadangan pangan keluarga menghadapi Pandemi Covid-19. Tujuannya adalah untuk mempersiapkan cadangan pangan di setiap keluarga atau rumah tangga sebagai sumber pangan alternatif pengganti beras bilamana terjadi krisis pangan di masa Pandemi Covid-19 ini.

Lebih lanjut dikatakan bahwa alat pertanian yang diserahkan yakni pacul, sekop, parang dan kikir. Peralatan ini akan didistribusikan ke semua kampung di 15 distrik dan setelah masyarakat menyiapkan lahan akan dilanjutkan dengan penyerahan bibit lokal seperti Ubi Jalar dan Ubi Kayu. Mengakhiri penjelasannya, Antonius Letsoin, S.P. berharap agar masyarakat segera mempersiapkan lahan-lahan di pekarangan rumah masing-masing guna penanaman bibit umbi-umbian sebagai cadangan pangan alternatif keluarga.

UJI KANDUNGAN PESTISIDA DAN PUPUK KIMIA PADA BAHAN PANGAN SEGAR ASAL TUMBUHAN (PSAT)

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Antonius Letsoin, S.P. dan alat uji pestisida dan pupuk kimia yang dinamakan G9 Fast Pesticides Detection Kit

Mappi-(22/07/2020). Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mappi melaksanakan kegiatan Pengujian Kandungan Pestisida dan Pupuk Kimia pada Bahan Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) di Kantor Dinas Ketahanan Pangan. Kegiatan ini adalah serangkaian kegiatan Bidang Keamanan Pangan yang terdapat pada DPA Dinas Ketahanan Pangan tahun 2020. Kegiatan ini dilakukan  di 6 titik lokasi, yaitu Kepi, Senggo, Bade, Eci, Mur, dan Yagatsu atau Haju. Pada lima lokasi selain Kepi, dilakukan 1 kali pengujian dalam setahun. Sedangkan pada wilayah Kepi, dilakukan 3 sampai 4 kali pengujian dalam setahun.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Antonius Letsoin, S.P. mengatakan bahwa tujuan dilakukannya pengujian ini adalah untuk menjaga kondisi bahan Pangan Segar Asal Tumbuhan yang  beredar di lapangan, baik itu di pasar, kios dan tempat penjualan lainnya  bebas dari kandungan pestisida dan pupuk kimiawi yang berlebihan, sehingga masyarakat atau konsumen aman dalam mengonsumsi bahan pangan segar asal tumbuhan ini.

Dalam pengujian yang dilakukan di Kantor Dinas Ketahanan Pangan ini terdapat 12 jenis sayuran dan sayuran buah yang digunakan sebagai sampel dalam pengujian, yaitu kangkung, sawi, wortel, kentang, kacang panjang, gambas, cabai, buncis, bayam, labu kuning, kol, dan tomat yang berasal dari Pasar Kepi, lapak-lapak penjualan sayuran (kios) dan dari lahan masyarakat.

Menurut Kadis Ketahanan Pangan, pengujian tersebut menggunakan alat yang dinamakan G9 Fast Pesticides Detection Kit atau biasa disebut dengan Rapid Test khusus tumbuhan. Alat ini sangat praktis untuk mengetahui kandungan pupuk dan pestisida yang berlebihan yang terkandung pada bahan pangan. “Kami bersyukur bahwa pengujian yang dilakukan mulai dari Triwulan I hingga Triwulan III ini hasilnya negatif atau masih dalam batas yang normal termasuk pengujian di 5 Distrik lainnya”, ujarnya.

Ketika ditanya soal sangsi yang diberikan bilamana terdapat sampel yang positif, Antonius Letsoin, S.P. mengatakan bahwa saat ini belum ada payung hukum berupa Peraturan Daerah tentang Keamanan Bahan Pangan Segar Asal Tumbuhan yang menjadi dasar bagi kami untuk melakukan tindakan-tindakan tegas. Kami baru menyiapkan draf Raperda untuk dimasukkan dalam Prolegda agar dibahas bersama dengan DPRD pada masa sidang berikutnya. “Namun jika saat ini terdapat bahan pangan yang mengandung bahan kimia yang berlebihan (Positif Rapid)  maka kami mengambil langkah-langkah persuasif agar petani dan atau penjual tidak menjual bahan pangan tersebut dan kepada petani agar tidak menggunakan pestisida dan pupuk kimia secara berlebihan tetapi tetap pada dosis yang sesuai dan kami menyarankan untuk menggunakan pupuk organik yang ramah lingkungan”, tegas Antonius Letsoin, S.P.

Lebih lanjut dikatakan selain melakukan pengujian kandungan bahan kimia ini, kami juga sering ke lahan-lahan masyarakat untuk memberikan pemahaman dan juga cara penggunaan pupuk dan pestisida yang tepat dosis agar tidak memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan konsumen secara umum dan secara khusus bagi petani itu sendiri.

GELAR DOA LINTAS AGAMA AWALI ADAB KEBIASAAN BARU DI MAPPI

Pemerintah Kabupaten Mappi gelar doa bersama dalam memasuki adab kebiasaan baru (new normal) pada masa pandemi Covid-19

Mappi-(22/07/2020). Bertempat di Gedung Qhaindau Uri, Pemerintah Kabupaten Mappi mengadakan kegiatan doa bersama dalam memasuki adab kebiasaan baru (new normal) pada masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Mappi.

Turut hadir Wakil Bupati Mappi, Ketua DPRD, Sekda Mappi, Kapolres Mappi, Komandan BKO Kodim Mappi, para Kepala Dinas Badan dan Kantor, Danramil Obaa, Danki Brimob, Danpos Yalet, Ketua Tim Penggerak PKK, serta para Ketua Himpunan Umat Beragama.

Dalam sambutannya Bupati Mappi, Kristosimus Yohanes Agawemu mengatakan, “Pada kesempatan ini ada beberapa hal yang akan saya sampaikan. Yang pertama, kegiatan ini sesungguhnya untuk kepentingan kebersamaan kita dalam memasuki suasana kehidupan yang baru dengan diawali dengan doa lintas agama. Situasi Covid-19 mengubah manusia secara permanen. Maka kami wajib mengucapkan syukur kepada Tuhan bahwa hari ini kami di Mappi bisa terbebas dari Covid-19, dan kasus Covid-19 di Mappi tidak sampai menelan korban jiwa.”

Ditambahkannya, “Dari sisi desain lingkungan kita terhadap pencegahan Covid-19 sudah kami lakukan, jadi seluruh rangkaian kebutuhan secara medis sudah kami persiapkan dan diinventarisasi oleh tim dari Dinas Kesehatan Mappi. Sehingga ketersediaan secara medis di semua puskesmas terhadap Alat Pelindung Diri (APD) sudah terpenuhi termasuk dengan alat TCM (Tes Cepat Molekuler)”, ujar Bupati Mappi.

Dengan diawalinya new normal ini Bupati Mappi turut membagikan masker dan alat pengukur suhu kepada para pemuka agama di Kabupaten Mappi agar tetap melakukan protokol kesehatan pada saat melakukan aktivitas ibadah yaitu, tetap menggunakan masker, rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, dan selalu menjaga jarak fisik.

PERTAJAM KEMAMPUAN PERSONEL, BRIMOB KOMPI 2 MAPPI GELAR LATIHAN KLBM

Personel Brimob Kompi 2 Batalyon D Pelopor Mappi gelar latihan KLBM (Kemampuan Lapangan Brigade Mobil)

Mappi-(18/07/2020). Dalam rangka persiapan untuk menunjang tugas di lapangan, Personel Brimob Kompi 2 Batalyon D Pelopor Mappi gelar latihan KLBM (Kemampuan Lapangan Brigade Mobil) di lokasi Lapangan Tembak titik dekat Posko Brimob Wameaman.

Tugas pokok, fungsi dan peran Korps Brimob Polri dalam upaya penanggulangan terhadap kriminalitas berintensitas tinggi seperti kejahatan insurjensi merupakan sebuah keharusan manakala satuan-satuan kepolisian lainnya tidak akan mampu melakukan tugas penegakkan hukum, pemulihan keamanan dan pemeliharaan keamanan di daerah yang menjadi basis kegiatan kelompok insurjen. Ketika melaksanakan tugas lapangan, personel membutuhkan ketangkasan untuk mengasah kemampuan dan pengembangan materi yang sudah diberikan, dan latihan yang intens, sehingga dalam bertugas, personel lebih profesional, mahir dan terampil.

Latihan yang berlangsung dipimpin oleh Danki 2 Lat Mappi Iptu Afrah, S.I.Kom., “Kali ini kita latihan menembak sesi ke-2. Sebagai lanjutan dari gelombang pertama yang sudah dilaksanakan. Untuk latihan kita akan melaksanakan sesuai dengan medan tugas kita di lapangan. Saya minta Anda berlatih dengan baik, jaga keselamatan selama latihan dan perhatikan 3 syarat atau SOP di lapangan tembak. Ke-1: Dilarang memasukkan tangan di pemicu (trigger), yang ke-2: Dilarang mengarahkan laras kepada teman dan ke-3: Kalau bukan sasaran jangan ditembak”, ujar Danki 2 Lat Iptu Afrah,S.I.Kom.

Personel Brimob dituntut untuk selalu meningkatkan kemampuan secara terus menerus dan berkesinambungan, baik kemampuan perorangan maupun kemampuan kesatuan. Selain itu, latihan ini sesuai dengan program Polisi yang Profesional, Modern dan Terpercaya (Promoter).

OKP PEMUDA KATOLIK KOMCAB MAPPI TERIMA SUMBANGAN MINIATUR BENTANG ALAM

OKP Pemuda Katolik Komcab Mappi terima sumbangan Miniatur Bentang Alam dari Mitra WWF Indonesia dan Komunitas Pondok Kreatif Korola Kepi

MAPPI-(08/07/2020) OKP Pemuda Katolik Komcab Mappi menerima sumbangan Miniatur Bentang Alam dari Mitra WWF (World Wide Fund for Nature) Indonesia dan Komunitas Pondok Kreatif Korola Kepi. Serah terima Miniatur Bentang Alam ini dilaksanakan di Sekretariat Pemuda Katolik Komcab Mappi, Jalan Wamom Kepi.

Kegiatan serah terima ini dihadiri oleh Ketua Pemuda Katolik Komcab Mappi, Pengurus Pemuda Katolik Komcab Mappi, perwakilan Suku Auyu Dewan Adat YAKWAT Kabupaten Mappi, Mitra WWF Indonesia dan Komunitas Pondok Kreatif Korola Kepi.

Dalam sambutannya, Ketua Pemuda Katolik Komcab Mappi Yohanes M. Motte, Amd. mengatakan bahwa perumusan program kerja yang dilakukan secara partisipatif sebelumnya telah mengidentifikasi kondisi eksisting permasalahan guna merumuskan isu prioritas internal maupun eksternal organisasi. Isu prioritas yang sangat relevan dengan tanggung jawab organisasi terhadap internal dan eksternal yaitu pengembangan potensi-potensi kader pemuda-pemudi yang memiliki daya kritis, kreatif dan inovatif  guna menjawab tuntunan peluang dan tantangan  pembangunan Kabupaten Mappi ke depannya.

“Program peningkatan kapasitas pemuda katolik secara internal sedianya akan dilakukan diskusi kontinyu dengan tema besar yaitu Lingkungan, Sosial Budaya dan Ekonomi. Sedangkan diskusi tematik akan fokus pada isu-isu prioritas eksisting dalam tema besar baik Lingkungan, Sosial Budaya dan Ekonomi”, ujar Ketua Pemuda Katolik.

Daimatus Haibu, perwakilan Suku Auyu Dewan Adat YAKWAT Kabupaten Mappi yang turut hadir pada kegiatan tersebut mengatakan bahwa miniatur ini akan sangat membantu sebagai alat peraga diskusi sekaligus menyampaikan terima kasih yang tak terhingga.

Alat peraga ini sangat membantu untuk memvisualisasikan Kabupaten Mappi dalam Bentang Alam pegunungan tengah sampai selatan Papua. Sehingga kiranya dalam diskusi tematik untuk tema lingkungan, sosial budaya dan ekonomi akan sangat membantu dalam pembelajaran serta menghasilkan rekomendasi hasil diskusi yang berkualitas dengan menerapkan prinsip holistik (menyeluruh), integrasi (terpadu), tematik (terfokus) dan spasial (ruang atau lokasi yang jelas) dalam upaya pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Mappi.

Pengurus Pemuda Katolik Komcab Mappi juga memberikan ruang dalam kemitraan kepada Dewan Adat YAKWAT di Kabupaten Mappi dalam upaya berkontribusi memberikan penguatan kepada Pemuda Katolik Komcab Mappi terkait tema budaya. Dengan kemitraan yang telah dibangun, maka sangat memberikan kontribusi positif dalam upaya pencapaian visi dan misi organisasi.

“Kemitraan ini sangat penting agar Hak Kekayaan Intelektual Orang Asli Papua dalam bahasa, seni dan kearifan adat istiadat terus ditanamkan kepada generasi berikut dan dapat terus dilestarikan”, ujar Yohanes M. Motte, Amd. mengakhiri sambutannya.